Mengenai Kami

Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (HIMA PERSIS) merupakan organisasi kemahasiswaan dibawah naungan Persatuan Islam. Hima Persis memiliki motto pergerakan "Wamaa Yadzdzakkaru Illa Ulul Albab" yang bermakna bahwa setiap esensi dan makna kehidupan ini hanya berlaku untuk orang yang berfikir dan bermuhasabah. Lanjutkan...

Thursday, September 26, 2013

Perpustakaan di Dunia yang Wajib Dikunjungi

Share & Comment
1. Perpustakaan Birmingham, Inggris
Dengan Perpustakaan Birmingham baru dibuka pada 3 September 2013, kapan lagi kita bisa melihat koleksi peminjaman buku terbaik di dunia?
Dari arsitektur usang bersejarah yang menakjubkan hingga desain modern yang mencolok, kami menampilkan 12 dari perpustakaan terbaik di dunia yang layak dikunjungi dalam perjalan Anda.
Kota paling padat kedua di Inggris ini sudah memiliki reputasi untuk arsitektur inovatifnya berkat bangunan Selfridges yang menakjubkan di pusat perbelanjaan Bullring yang diubah - dan sekarang mereka memiliki bangunan modern bersejarah lainnya dalam bentuk perpustakaan publik baru senilai 188 juta poundsterling (sekitar Rp3.33 triliun).
Dirancang oleh arsiterk Belanda, Mecanoo, perpustakaan ini memiliki eksterior banyak warna yang mencolok dan bangunan bulat yang sama mengesankan, yang menjadi tempat bagi koleksi peminjaman utama kota itu bersama dengan berbagai sumber belajar abad ke-21.
Birmingham University

2. Abbey Library of St Gall, Swiss
Kembali pada abad ke-8, Situs Warisan Dunia UNESCO ini adalah salah satu perpustakaan tertua di bumi dan didirikan oleh Saint Othmar, kepala biarawan pertama di biara Benediktin.
Dianggap salah satu dari perpustakaan biara yang paling penting di dunia, perpustakaan itu menyimpan 160.000 buku - yang lebih dari 2.000 di antaranya adalah manuskrip paling berharga mulai dari abad ke-8 hingga ke-15. Dan perpustakaan itu tidak hanya berisi buku-buku yang tak ternilai harganya - ruang perpustakaan itu dirancang oleh arsiterktur Peter Thumb dalam gaya kuno, dan sulit membayangkan perpustakaan dengan gambar yang paling sempurna.
Perpustakaan itu dibuka setiap hari dan dikenakan biaya sebesar 12 chf (swiss franc) (sekitar Rp146 ribu) untuk orang dewasa, kurang dari itu untuk anak-anak dan konsesi.
Abbey Library of St. Gall

3. The Royal Library, Copenhagen
Ibu kota Denmark memiliki lebih dari bangunan terbaiknya, namun mungkin yang paling mengesankan di antaranya adalah bagian modern dari Royal Library, yang juga dikenal sebagai Black Diamond.
Marmer hitam dan eksterior kaca untuk dibilang cukup menarik, namn ruang itu adalah interior yang menakjubkan, dengan atrium delapan lantai yang menampilkan dinding-dinding berbentuk gelombang, yang membuat para pengunjung merasa ngeri.
Bangunan itu dibuka dari Senin hingga Sabtu dan pengunjung hanya bisa masuk. Perpustakaan itu juga memiliki restoran Soren Kiekegaard yang dianggap baik - bergaya, makanan modern yang dinamai filsuf paling terkenal di Denmark.

The Royal Library
4. New York Library, AS
Terkenal karena penampilannya dalam film komedi aksi Ghostbusters pada 1984, perpustakaan Big Apple itu juga salah satu dari bangunan Beaux Art yang sangat dihormati di kota itu - dan merupakan perpustakaan terbesar ketiga di dunia.
Dijaga oleh dua singa bernama Patience dan Fortitude, bangunan karya Stephen A Schwartzman itu menempati dua blok di Fifth Avenue dan tempilan eksterior tampak terbuka, tenang dan interior elegan, dengan dua lampu gantung di atas meja bacaan yang terbuat dari kayu dan jendela berbentuk lengkung besar di atas rak buku.
Tur gratis tersedia untuk pengunjung yang berjalan.

New York Library
5. Austrian National Library, Wina
Austrian National Library terletak di Hofburg Palace di ibu kota negara itu, Wina dan didirikan pada abad ke-18, meski desainnya kembali ke Perpustakaan Kekaisaran Abad Pertengahan.
Prunksaal (State Hall) tidak diragukan lagi merupakan berlian dari mahkota permata arsiterktur ini, dengan lukisan dinding dan patung yang menciptakan suasana kemewahan yang lebih cocok untuk sebuah istana dari sebuah bangunan kota.
Pemandu tur State Hall tersedia, dengan biaya 4 euro (sekitar Rp60 ribu) per orang, dan grup minimal 10 orang.

Austrian National Library
6. Salt Lake City Public Library, Utah
Perpustakaan umum dan universitas di AS sering dibangun sebagai hasil dari donasi filantropis ketimbang untuk seluruhnya yang dibiayai dari dana publik - mengarah ke beberapa pernyataan arsitektur berani.
Salt Lake City Public Library pindah ke lokasi terbarunya pada 2003. Ini adalah bangunan baru yang dirancang oleh arsitek terkenal secara internasional, Moshe Safdie, dan telah diakui karena cahaya terbuka dan fitur unik.
Perpustakaan ini meliputi ruang lima lantai dengan jalan yang sama sebagai jalan keluar, perapian spiral yang lebar dan dinding kaca yang melengkung besar yang berfungsi sebagai lensa untuk mengurangi biaya pemanasan.

Salt Lake City Public Library
 7. George Peabody, Baltimore
Peabody dirancang sebagai salah satu perpustakaan paling indah di dunia, dan sulit untuk memperdebatkan klaim tersebut saat Anda melihat ruang utama berlantai enam yang menawan dari bangunan Baltimore ini.
Didirikan di pertengahan abad ke-19 berkat hibah filantropi, perpustakaan ini saat ini merupakan bagian dari Johns Hopkins University dan berisi lebih dari 300.000 judul - sebagian besar dari abad ke-18 hingga ke-20.

George Peabody
8. National Library of Belarus, Minsk
Berdiri kokoh setinggi 72 meter dengan 22 lantai dan dengan pemandangan di seluruh ibu kota Belarusia, Minsk, bekas perpustakaan nasional Republik Soviet ini memiliki salah satu dari eksterior paling khas, yang tampak seperti basis di bulan dari film sains fiksi pada 1970-an.
Dirancang oleh arsitek Mihail Vinogradov dan Viktor Kramarenko, perpustakaan itu selesai dibangun pada 2006 dan dibangun dalam bentuk rhombicuboctahedron (ya, kami yakin bahwa ini berada di ujung lidah Anda).
Sebuah sistem pencahayaan yang canggih yang melibatkan lampu LED terpasang di belakang banyak panel kaca perpustakaan yang menyala dengan menampilkan warna yang bergerak-gerak pada malam hari.
Belarus National Library

9. Vatican Library, Roma
Berlokasi di dalam ruangan suci di kota abadi Roma, Vatican Apsotolic Library (nama lengkapnya) berada di antara perpustakaan tertua di dunia dan merupakan tempat beberapa dokumen bersejarah yang signifikan di Bumi.
Dibangun oleh Paus Nicholas pada abad ke-15, perpustakaan itu dibangun dengan biaya besar seperti semua Kota Vatikan, dengan tidak mengurangi hiasan marmer dan fresco yang melapisi atap kubah Sistine Hall.
Para pengunjung biasanya harus memiliki alasan yang ilmiah untuk memasuki Vatican Library, walaupun masyarakat yang lebih luas kadang-kadang diizinkan masuk untuk acara khusus.

Vatican Library of Rome
10. British Museum Reading Room, London
Perpustakaan nasional Inggris dulunya hanya dibangun sebagai badan independen pada 1973. Sebelumnya, perpustakaan itu tergabung dalam British Museum.
Dan walaupun bangunan British Library di St. Pancras memiliki penggemar (Pangeran Charles bukan termasuk di dalamnya), bangunan itu tidak bisa menandingi kemewahan ruang baca yang asli di Bloomsbury, yang saat ini digunakan untuk tujuan yang sama oleh British Museum. Ruangan yang berbentuk kubah itu terinspirasi dari Panthenon di Roma dan membentuk pusat perhatian halaman besar museum tersebut, yang berdiri sendiri di tempat yang dulunya adalah halaman di luar ruangan.
Ruangan itu saat ini terbuka untuk semua pengunjung dan kadang-kadang digunakan sebagai bagian dari pameran.
British Museum Reading Room

11. Robarts Library, University of Toronto
Dipanggil Fort Book karena penampilannya eksternalnya yang memukau, perpustakaan utama University of Toronto dianggap sebagai salah satu contoh yang paling signifikan dari arsitektur Britalis di Amerika Utara.
Namun walaupun bangunan yang dirancang pada 1960-an itu terlihat kaku, bagian dalamnya memiliki rancangan yang modern dan simetris, khususnya di Thomas Fisher Rare Book Library, yang ditempatkan di sebuah paviliun yang digabungkan.

Robarts Library
12. Bodleian Library, Oxford
Hanya ada sedikit gedung akademik besar yang lebih baik dari Oxford, dan Bodleian Library adalah salah satu lendmark yang terkenal di kota itu. Dikenal sebagai Bodley, perpustakaan itu sebetulnya memenuhi sekumpulan bangunan di sekitar Broad Street di universitas tersebut yang tertua yang berasal dari abad pertengahan.

Pertama kali dibuka untuk mahasiswa pada 1602, bangunan itu masih berfungsi sebagai perpustakaan sebagian besar digunakan untuk referensi dalam pekerjaan dan kunjungan ke dalam ruang baca hanya bisa dilakukan sebagai bagian dari sebuah tur yang dipandu. Dan bila kalian pernah membaca novel fiksi terkenal, "Harry Potter", inilah kampus tempat mereka belajar ilmu sihir itu.
Bodleian Library
Semoga bermanfaat.
Posted by Data and Information Hima Persis Cianjur.
Tags:

Ditulis oleh

Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (HIMA PERSIS) merupakan organisasi kemahasiswaan dibawah naungan Persatuan Islam. Hima Persis memiliki motto pergerakan "Wamaa Yadzdzakkaru Illa Ulul Albab"

0 komentar:

Post a Comment

 

Program Kami

Silatda

Artikel Islami

Islam Berbicara

Mengenai Hima Persis Cianjur

Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (HIMA PERSIS) merupakan organisasi kemahasiswaan dibawah naungan Persatuan Islam. Hima Persis memiliki motto pergerakan "Wamaa Yadzdzakkaru Illa Ulul Albab" yang bermakna bahwa setiap esensi dan makna kehidupan ini hanya berlaku untuk orang yang berfikir dan bermuhasabah. Lanjutkan...
Copyright © Hima Persis Cianjur | Designed by Templateism.com | Managed by Nineteenboy