Mengenai Kami

Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (HIMA PERSIS) merupakan organisasi kemahasiswaan dibawah naungan Persatuan Islam. Hima Persis memiliki motto pergerakan "Wamaa Yadzdzakkaru Illa Ulul Albab" yang bermakna bahwa setiap esensi dan makna kehidupan ini hanya berlaku untuk orang yang berfikir dan bermuhasabah. Lanjutkan...

Google+ Followers

Langganan via Email

Tuesday, November 11, 2014

Terorisme; Islamkah yang Bertanggungjawab

Share & Comment
Ditulis oleh: Rasyid Ridlo*)
Mungkin ini tema klasik, hal yang sudah sering kita jumpai dan bahas beberapa waktu kebelakang, yakni terorisme. Terorisme di dunia bukanlah hal baru, namun ketika berita itu mencuat ke publik, tentu selalu menjadi trending topic. Hal ini selalu menjadi topik hangat dan aktual sejak kejadian 9/11 World Trade Center di NY, USA silam yang dikenal dengan "September Kelabu".Berita jurnalistik seolah menampilkan gedung WTC dan Pentagon sebagai korban utama penyerangan ini yang memakan korban kurang lebih 3.000 orang.

Kejadian ini merupakan isu global yang memengaruhi kebijakan politik seluruh negara-negara di dunia, sehingga menjadi titik tolak persepsi untuk memerangi Terorisme sebagai musuh internasional. Pembunuhan massal tersebut telah mempersatukan dunia melawan Terorisme Internasional[1]. Terlebih lagi dengan diikuti terjadinya Tragedi Bali, tanggal 12 Oktober 2002 yang merupakan tindakan teror, menimbulkan korban sipil terbesar di dunia[2], yaitu menewaskan 184 orang dan melukai lebih dari 300 orang. Perang terhadap Terorisme yang dipimpin oleh Amerika, mula-mula mendapat sambutan dari sekutunya di Eropa. Pemerintahan Tony Blair termasuk yang pertama mengeluarkan Anti Terrorism, Crime and Security Act, December 2001, diikuti tindakan-tindakan dari negara-negara lain yang pada intinya adalah melakukan perang atas tindak Terorisme di dunia, seperti Filipina dengan mengeluarkan Anti Terrorism Bill[3].

Terorisme kian jelas menjadi momok bagi peradaban modern. Sifat tindakan, pelaku, tujuan strategis, motivasi, hasil yang diharapkan serta dicapai, target-target serta metode Terorisme kini semakin luas dan bervariasi. Sehingga semakin jelas bahwa teror bukan merupakan bentuk kejahatan kekerasan destruktif biasa, melainkan sudah merupakan kejahatan terhadap perdamaian dan keamanan umat manusia (crimes against peace and security of mankind)[4] dan naasnya, yang menjadi dalang penyebab semua ini selalu dikaitkan dengan Islam.

Kalalulah kita berasumsi bahwa setiap pengeboman bunuh diri – terorisme – itu bagian dari (interpretasi) Quran, semua pelaku terorisme itu benar menggambarkan Islam, dan Islam bertanggungjawab atas semua pembunuhan massal itu, maka benarlah Islam sebagai agama kekerasan dan perang. Maka saya ingin bertanya satu hal.

"Kenapa tidak semua orang - mayoritas - Islam melakukannya? Kalaulah benar itu interpretasi (tafsir) yang quran berikan tentang Jihad, kenapa sampai saat ini, saya M. Rasyid Ridlo tidak melakukannya kepada anda?”

Dari 3 milyar populasi manusia di dunia, pemeluk Islam ada di posisi kurang lebih 1 milyar, lalu mengapa hanya sekitar 16.000 pengeboman di dunia[5] (dr tahun 1900-2005) kasus saja yang terjadi?
Kalaulah benar Quran mewajibkan ummatnya memerangi kafir dengan kekerasan, pastinya setiap waktu akan terjadi pengeboman disana disini, termasuk dirumah anda. Kenapa itu tidak terjadi?
Statemen media massa - kaum oposisi - dewasa ini tentang Islam sangatlah banyak menjerumuskan Islam. Padahal tidak demikian. Mereka hanya melihat Islam dari "borok" nya saja. Tapi tidak melihat keindahan (kebersihan) bagian tubuh yang lain.

Mereka - oposisi - tidak menganggap sekitar 99,999% umat Islam yang sangat mencintai kedamaian dan sangat menghormati pemeluk agama selain Islam masih hadir saat ini. Bahkan mereka tidak mengira, bahwa mungkin saja yang me
ngantarkan makanan kepada mereka itu pemeluk Islam. Bisa saja supir yang mengantarkan mereka pergi ke kantor itu orang islam. Mereka tidak tahu, bahwa siapa pensuplai minyak terbesar yang memegang peranan penting perkembangan dan pertumbuhan negaranya?

Media… oh media. Sungguh besar sekali pengaruhmu, naak.

Ya sudahlah, selama media massa itu dikuasai kaum kafir, kita umat Islam akan selalu terbelakang menyebarkan data dan fakta apa yang sebenarnya terjadi disana. Saran saya pribadi, tetaplah berlaku sebagai Muslim yang taat akan perintah-Nya, dan selalu menjauhi larangan-Nya. Dan bagi kalian orang yang tidak tahu mendetail tentang Islam, tunggulah saatnya hingga Allah menunjukkan kalian bukti bahwa Islam adalah agama benar. Wallohu a’lam.

Penulis adalah asatidz MTs Persis 04 Cianjur
posted by: Data and Information Departement of Hima Persis Cianjur

-----------------------------------------
[1] Collin L Powell, “Sebuah Perjuangan Keras yang Panjang”
[2] Indriyanto Seno Adji, Bali, “Terorisme dan HAM” dalam Terorisme: Tragedi Umat Manusia, (Jakarta: O.C. Kaligis & Associates, 2001), hal.51.
[3] HilmarFarid, “Perang Melawan Teroris”
[4] Mulyana W. Kusumah, Terorisme dalam Perspektif Politik dan Hukum, Jurnal Kriminologi Indonesia FISIP UI, vol 2 no III (Desember 2002): 22.
[5] Courtesy video in Youtube
Tags: ,

Ditulis oleh

Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (HIMA PERSIS) merupakan organisasi kemahasiswaan dibawah naungan Persatuan Islam. Hima Persis memiliki motto pergerakan "Wamaa Yadzdzakkaru Illa Ulul Albab"

0 komentar:

Post a Comment

 

Program Kami

Silatda

Artikel Islami

Islam Berbicara

Follow by Email

Mengenai Hima Persis Cianjur

Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (HIMA PERSIS) merupakan organisasi kemahasiswaan dibawah naungan Persatuan Islam. Hima Persis memiliki motto pergerakan "Wamaa Yadzdzakkaru Illa Ulul Albab" yang bermakna bahwa setiap esensi dan makna kehidupan ini hanya berlaku untuk orang yang berfikir dan bermuhasabah. Lanjutkan...
Copyright © Hima Persis Cianjur | Designed by Templateism.com | Managed by Nineteenboy